Kemenkes Pastikan Tidak Ada Kasus Ebola di Indonesia
Selain di Kongo, kasus terkait perjalanan juga dilaporkan muncul di Kampala, Uganda, serta Kinshasa. Kondisi ini membuat pemerintah Indonesia meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional, khususnya dari negara terdampak.
Aji menjelaskan, pengawasan kini diperketat di bandara dan pelabuhan internasional. Kemenkes juga menyiagakan petugas kesehatan lapangan serta memperkuat skrining penumpang yang datang dari wilayah berisiko.
"Kami memastikan seluruh pintu masuk negara meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari negara terdampak," katanya.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan prosedur rujukan ke rumah sakit berstandar internasional jika ditemukan penumpang dengan gejala yang mengarah pada Ebola.
Seluruh laporan dari pintu masuk negara dipantau selama 24 jam melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta Public Health Emergency Operation Center (PHEOC). Kapasitas laboratorium nasional juga disiagakan untuk mendukung deteksi cepat.