"Kami menghormati respons sebagian masyarakat Aceh terkait baju yang dikenakan Menag dalam rekaman video greetings Bulan Maria. Saran yang disampaikan menjadi masukan perbaikan di masa mendatang," ujarnya.
Kemenag juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang muncul. Sebagai tindak lanjut, Menag disebut telah merekam ulang video greetings Bulan Maria tanpa menggunakan pakaian adat daerah.
"Kami juga mohon maaf atas hal ini. Menag juga sudah melakukan rekaman ulang greetings Bulan Maria dengan tidak mengenakan baju adat daerah," katanya.
Thobib berharap penjelasan tersebut dapat memberikan konteks yang lebih utuh kepada publik terkait penggunaan busana adat Aceh dalam video ucapan tersebut.
"Menag sangat menghormati kearifan lokal Aceh. Kami berterima kasih atas masukan masyarakat sebagai wujud kecintaan terhadap budaya daerah. Semoga semangat Hardiknas dan pesan damai di bulan Mei ini tetap terjaga dalam bingkai persaudaraan," katanya.