Makna syahid dalam Islam adalah kemuliaan bagi mereka yang wafat dalam kebenaran, mempertahankan jiwa, agama, kehormatan, dan keselamatan manusia dengan niat yang lurus di jalan Allah, bukan karena kebencian identitas.
Justru Alquran sangat tegas dalam menolak pembunuhan.
“Barangsiapa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang benar, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia.”
(QS. Al-Ma’idah: 32)
Lebih jauh, Alquran juga menegaskan orientasi damai:
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya.”
(QS. Al-Anfal: 61)
Ayat ini menegaskan bahwa kecenderungan Islam adalah merangkul perdamaian ketika peluang damai terbuka. Inilah wajah Islam yang sesungguhnya: agama rahmah, agama yang memuliakan kehidupan, dan agama yang memerintahkan penyelamatan manusia.
Karena itu, ketika Pak JK menyebut persepsi sebagian pihak yang bertikai mengenai mati atau mematikan sebagai syahid, beliau tidak sedang menetapkan definisi teologis Islam. Beliau sedang menggambarkan cara berpikir para pihak yang saat itu terseret konflik komunal, sebuah realitas sosial yang memang pernah terjadi dalam sejarah bangsa kita.