Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jet Tempur F-16 AS Tembak Benda Dikira UFO Pakai Rudal Rp9 Miliar, Ternyata Balon Pramuka
Advertisement . Scroll to see content

Trump: Uranium Iran Akan Dimusnahkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:56:00 WIB
Trump: Uranium Iran Akan Dimusnahkan
Donald Trump mengatakan uranium yang telah diperkaya milik Iran akan dimusnahkan sebagai bagian dari kesepakatan damai (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan uranium yang telah diperkaya milik Iran akan dimusnahkan sebagai bagian dari kesepakatan damai yang diklaim segera diteken oleh kedua negara. Trump menegaskan material nuklir tersebut akan dihancurkan, baik di wilayah Iran maupun di AS.

Trump mengeklaim AS berhak mengambil uranium yang diperkaya Iran untuk dimusnahkan. Material nuklir tersebut diyakini masih terkubur di fasilitas pengayaan uranium Iran yang hancur akibat serangan militer AS pada Juni 2025.

“Hancurkan dan musnahkan, baik di Iran atau Amerika Serikat. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Iran, dan seluruh Timur Tengah, untuk waktu yang lama di masa depan,” ujarnya, dalam posting-an di akun Truth Social, Sabtu (13/6/2026).

Pernyataan itu disampaikan Trump saat mengumumkan bahwa AS dan Iran dijadwalkan menandatangani perjanjian damai pada Minggu (14/6/2026). Selain membahas normalisasi hubungan, kesepakatan tersebut juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz serta penanganan uranium yang tersisa di fasilitas nuklir Iran.

“Kesepakatan dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz dibuka untuk semua,” tulisnya.

Menurut Trump, proses negosiasi yang mencakup isu program nuklir Iran dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz diharapkan dapat berlangsung tanpa hambatan. Dia optimistis kesepakatan itu dapat segera direalisasikan.

“Semoga proses ini akan berjalan dengan cepat, mudah, dan lancar. Jika tidak, kita memiliki alternatif utama, semoga tidak akan pernah digunakan lagi!” katanya, merujuk pada opsi operasi militer yang sebelumnya kerap menjadi ancaman Washington terhadap Teheran.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut