Jusuf Kalla, Makna Syahid, dan Pentingnya Menjaga Narasi Perdamaian

Tim iNews.id
Ketua Umum Pertama Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia Febrian Amanda, SHi. (Dok. Pribadi)

Secara pribadi, saya cukup mengenal Pak Jusuf Kalla. Saya pernah berkesempatan mendampingi beliau dalam forum dan seminar bertema perdamaian, serta turut menjembatani pertemuan dengan tokoh dari negara tetangga dalam misi membangun dialog dan rekonsiliasi.

Dari pengalaman tersebut, saya mengenal beliau sebagai sosok negarawan yang sangat konsisten dalam menjunjung jalan damai, dialog, dan penyelesaian konflik melalui komunikasi yang beradab. Karena itu, sangat sulit diterima akal sehat bila seorang tokoh yang justru mengakhiri konflik antarumat kemudian dituduh sedang memantik konflik baru.

Yang juga perlu dijernihkan adalah makna kata syahid itu sendiri. Sebagai alumni Timur Tengah, saya memandang penting untuk mengembalikan istilah ini kepada makna aslinya yang luhur.

Secara etimologis, kata syahid berasal dari akar kata Arab شَهِدَ (syahida) yang berarti menyaksikan, menjadi saksi, atau hadir sebagai pembenar atas kebenaran.

Dalam tradisi Islam, syahid bukanlah istilah yang ringan, apalagi dapat dipakai untuk membenarkan pembunuhan membabi-buta.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Anjlok usai AS-Iran Setujui Kesepakatan Damai

57 tahun lalu

AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir

57 tahun lalu

Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Disahkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB

57 tahun lalu

Iran Sebut Semua Tuntutannya Dipenuhi AS dalam Perjanjian Damai: Musuh Kalah Perang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal