"Banyak masyarakat yang mau (melaporkan tudingan penistaan agama) karena tersinggung, bukan saya yang mau ambil, masyarakat yang mau mengadukan. Saya diam aja. Tapi masyarakat tidak bisa ditahan kalau dia mau. Sudah puluhan organisasi Islam akan adukan semuanya, terserah mereka," tutur dia.
Kendati demikian, dia mendoakan Tuhan mengampuni pihak-pihak yang menuding dirinya menista agama.
"Saya sendiri mudah-mudahan Tuhan memaafkan dia. Mengampuni. Bukan maaf," ucap JK.
JK menegaskan menggunakan diksi mati syahid yang berujung polemik itu karena berceramah di Masjid UGM. Dia menegaskan memilih istilah mati syahid karena berceramah di hadapan jemaah masjid.
"Kalau syahid mati karena membela agama, martir juga begitu mati karena membela agama. Jadi hanya istilah saja, saya di masjid maka saya pakai kata syahid karena kalau saya pakai kata martir jemaah tidak tahu," kata JK.