Tokoh Lintas Agama: Polemik Ceramah JK Tak Perlu Dibawa ke Jalur Hukum, Dialog Lebih Bijak

Yuwantoro Winduajie
Pendeta Shephard Supit. (Foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah tokoh lintas agama mendorong penyelesaian polemik pernyataan mati syahid yang disampaikan Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) melalui dialog. Polemik itu seharusnya bukan diselesaikan melalui jalur hukum.

Pendeta Shephard Supit dari Himpunan Warga Gereja Indonesia (HAGAI) mengatakan, ajaran Kekristenan tidak mendorong umatnya membawa persoalan ke ranah hukum. Sebaliknya, penyelesaian melalui dialog dan pendekatan damai lebih diutamakan.

“Kalau ada sesuatu yang dianggap tidak cocok itu biasanya kita memanggil dengan empat mata. Kami selalu mengedepankan dialog,” ujar Supit saat konferensi pers bersama sejumlah tokoh lintas agama di Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2026).

Dalam perspektif iman Kristiani, kata dia, konsep penodaan agama masih bersifat relatif dan belum memiliki batasan yang tegas.

“Di dalam Kristiani itu istilah penodaan agama itu memang masih menjadi satu perdebatan juga. Apa itu penodaan agama? Kapan itu terjadi dan bagaimana ukurannya?” ujar Supit.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Shorts
3 hari lalu

Konteks Lengkap Pidato JK soal Mati Syahid: Tak Ada Orang Membunuh Masuk Surga

Nasional
3 hari lalu

Ceramah JK Berujung Laporan, Ustaz Abdul Somad Tulis Pesan Penuh Makna: Sultan Malaka Diusik Portugis

Nasional
4 hari lalu

Kubu JK Duga Laporan terkait Pernyataan Mati Syahid Upaya Pembungkaman Isu Ijazah Jokowi

Nasional
4 hari lalu

Organisasi Gereja PGLII Desak JK Klarifikasi Terbuka soal Mati Syahid, Dinilai Keliru Memahami Ajaran Kristen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal