Hasil Riset: B50 Berisiko Bebani Fiskal dan Tekan Devisa Sawit

Tim iNews.id
Diskusi Publik dan Konferensi Pers laporan terbaru Transisi Bersih bertajuk “Mandatory Biodiesel B50 di Indonesia: Solusi Ketahanan Energi atau Beban Ekonomi Baru?” oleh Warung Kopi Hijau FEB UI dan Transisi Bersih, Rabu (20/5/2026). (Foto: Ist)

Sebagai jalan keluar, Transisi Bersih merekomendasikan pemerintah untuk menetapkan syarat ketat sebelum implementasi B50 dilakukan, antara lain reformasi formula harga biodiesel, realokasi dana BPDPKS agar lebih berpihak pada petani kecil dan produktivitas sawit, serta pembatasan penggunaan CPO domestik agar tidak melebihi 25 persen total produksi nasional.

Laporan ini juga mendorong pemerintah mempercepat diversifikasi energi terbarukan di luar biodiesel berbasis sawit. Menurut kajian tersebut, energi surya, panas bumi, dan hidro skala kecil memiliki potensi jauh lebih besar dan lebih efisien secara fiskal untuk mendukung ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

“Ketahanan energi tidak boleh dibangun dengan menciptakan kerentanan fiskal baru. Indonesia membutuhkan strategi transisi energi yang lebih berimbang, berkelanjutan, dan tidak terlalu bergantung pada subsidi,” ucap Rahman, sapaan Abdurrahman Arum.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
1 bulan lalu

Bahlil Ungkap B50 Diterapkan Mulai Juli 2026, Uji Coba Capai 70 persen 

Nasional
7 bulan lalu

Hadiri Ratas di Kertanegara, Bahlil Lapor ke Prabowo soal Sumur Rakyat hingga B50

Bisnis
2 tahun lalu

Perkebunan Sawit Rakyat Bisa Sukseskan Mandatori Biodiesel B50, Begini Caranya

Video
2 tahun lalu

Mentan Amran Sulaiman Launching Bahan Bakar Biodiesel B50 Pertama di Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal