Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahlil Ungkap B50 Diterapkan Mulai Juli 2026, Uji Coba Capai 70 persen 
Advertisement . Scroll to see content

Hasil Riset: B50 Berisiko Bebani Fiskal dan Tekan Devisa Sawit

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:50:00 WIB
Hasil Riset: B50 Berisiko Bebani Fiskal dan Tekan Devisa Sawit
Diskusi Publik dan Konferensi Pers laporan terbaru Transisi Bersih bertajuk “Mandatory Biodiesel B50 di Indonesia: Solusi Ketahanan Energi atau Beban Ekonomi Baru?” oleh Warung Kopi Hijau FEB UI dan Transisi Bersih, Rabu (20/5/2026). (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

“Skema saat ini membuat negara menjadi penyerap utama risiko volatilitas harga sawit global, sementara manfaat terbesar terkonsentrasi pada segelintir produsen biodiesel berskala besar,” ucapnya.

Salah seorang penanggap, Alin Halimatussadiah, analis ekonomi kebijakan LPEM FEB Universitas Indonesia, menunjukkan keadaan yang lebih detail. Selain yang disebutkan Aima, yaitu CPO export loss dan subsidi biodiesel yang membuat beban fiskal sedemikian berat, Alin menunjukkan bahwa subsidi yang diberikan pemerintah dua macam. Satu melalui skema APBN, satunya lagi melalui dana yang disalurkan lewat BPDPKS. 

Alin meminta pemerintah untuk mengevaluasi rencana ekspansi B40 ke B50. Selama ini pemerintah menanggung beban subsidi yang besar dan tidak pasti, karena subsidi dihitung berdasarkan selisih harga acuan global CPO dan solar yang dibayarkan dengan biaya pungutan melalui BPDPKS. 

Selain itu, pemerintah harus menanggung biaya subsidi untuk menjamin harga tetap biosolar di angka Rp 6.800 yang dibebankan ke APBN. 

"Pada skema B40 saja beban subsidi pemerintah sudah berat. Jadi, pemerintah harus memikirkan dan mendesain ulang skema subsidi agar punya tujuan jelas ke arah keterjangkauan harga biosolar atau ke arah produktivitas industri sawit," tuturnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut