Harga Pertamax Naik Picu Demo Mahasiswa, Pengamat: Jika Pemerintah Sabar Tak Perlu Menaikkan BBM

Danandaya Arya Putra
Pengamat Timur Tengah, Hasbullah Satrawi. (Foto: screenshot)

JAKARTA, iNews.id - Pengamat Timur Tengah, Hasbullah Satrawi menyoroti kebijakan pemerintah dalam hal kenaikan BBM jenis Pertamax. Menurutnya, jika pemerintah sabar dalam merespons gejolak perang Amerika Serikat (AS) vs Iran, maka kenaikan harga BBM Pertamax bisa dihindari. 

"Jadi seandainya pemerintah mungkin lebih sabar melihat dinamika global, mungkin tidak perlu menaikkan Pertamax itu," kata Hasbullah dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Rabu (17/6/2026).

Ia menyebut hubungan AS dan Iran mulai menunjukkan perkembangan yang membaik. Namun, pemerintah telah memutuskan menaikkan harga Pertamax, yang mana hal tersebut juga menjadi salah satu faktor pemicu mahasiswa melakukan aksi demo belakangan ini. 

"Jadi seandainya tadi sabar ya nunggu, itu kan akhirnya terjadi kesepakatan dan besok Jumat itu akan ditandatangani apa namanya? Kesepahaman damai di antara Iran dengan Amerika," tuturnya.

Dalam program yang sama, Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi juga mengkritik kebijakan pemerintah ketika menaikkan harga Pertamax. Ia menilai pemerintah seharusnya lebih sabar dalam memutuskan kebijakan kenaikan harga BBM tersebut.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Aliansi Perempuan Long March ke Istana, Bawa Beragam Poster hingga Alat Dapur

57 tahun lalu

Harga BBM Pertamina 18 Juni 2026 Terbaru, Ada yang Naik!

57 tahun lalu

Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Subsidi, Gerindra: Keputusan Berani Berpihak ke Rakyat

57 tahun lalu

Kebijakan BBM Biodiesel B50 Berlaku 1 Juli, ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157,28 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal