Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
PARIS, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata memiliki alasan kuat untuk buru-buru menandatangani nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai dengan Iran. Trump tidak menunggu hingga upacara pengesahan resmi pada 19 Juni 2026 karena ingin seluruh poin dalam perjanjian segera berlaku.
Salah satu alasan utama Trump adalah keinginannya agar Selat Hormuz bisa dibuka secepat mungkin. Dengan berlakunya MoU, jalur pelayaran strategis tersebut diharapkan kembali normal sehingga pengiriman energi dan barang ke berbagai negara dapat segera pulih.
Trump juga berharap manfaat ekonomi dari perjanjian damai bisa dirasakan lebih cepat. Selain pembukaan Selat Hormuz, MoU tersebut mencakup pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran serta penghentian blokade maritim AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dalam waktu 30 hari.
Mengutip laporan Al Jazeera, Trump menandatangani MoU sesaat setelah menghadiri KTT G7 di Prancis, Rabu (17/6/2026) malam. Padahal, sebelumnya pengesahan resmi dokumen itu dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/6/2026) di Jenewa, Swiss.
Penandatanganan berlangsung secara mendadak. Trump membubuhkan tanda tangan pada dokumen tersebut sebelum menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles, di luar Kota Paris.