Menurut Gibran, RUU ini merupakan pelaksanaan dari United Nations Convention Against Corruption 2003, yang mengatur perampasan aset tanpa pemidanaan. Dia mencontohkan praktik perampasan aset di sejumlah negara seperti Belanda, Kolombia, Singapura hingga Italia.
"Vila-vila mewah milik mafia disita dan diubah menjadi sekolah serta pusat kegiatan sosial. Pengalaman negara lain tentu bisa kita jadikan masukan agar RUU Perampasan Aset bisa efektif mengembalikan aset negara dan tidak menjadi instrumen yang bisa disalahgunakan," kata Gibran.
Gibran pun mengajak seluruh pihak mengawal proses pembahasan RUU Perampasan Aset ini agar kekayaan dan aset negara dapat kembali kepada negara dan sepenuhnya bisa digunakan bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.