Diplomasi Selat Malaka: Memaksa Para Pihak Berkonflik Buka Selat Hormuz

iNews
Selat Hormuz (Foto: AP)

Yang dibutuhkan adalah pengelolaan arus yang efisien, aman, dan terkoordinasi. Indonesia harus mengambil peran sebagai pengelola lalu lintas global, bukan sebagai pemungut biaya yang oportunistis.

Dengan kata lain, kekuatan Indonesia bukan pada kemampuan memungut tarif, tetapi pada kemampuan menjamin stabilitas dan keamanan jalur perdagangan. Dari sinilah nilai strategis Selat Malaka seharusnya dibangun.

Strategi: Dari Tarif ke Diplomasi Maritim

Langkah yang lebih realistis adalah mengubah konsep tarif menjadi mekanisme kontribusi berbasis layanan. Indonesia bersama Malaysia dan Singapura dapat mendorong skema kerja sama internasional untuk pembiayaan keselamatan navigasi, perlindungan lingkungan, dan keamanan laut. 

Kontribusi ini bukan pungutan sepihak, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama pengguna selat.

Pendekatan ini memiliki tiga keunggulan. Pertama, tetap sejalan dengan hukum internasional sehingga tidak menimbulkan konflik. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Selat Hormuz Penuh Ranjau, Harga Minyak Bakal Naik sampai Akhir Tahun

57 tahun lalu

Selat Hormuz Memanas! Garda Revolusi Iran Tembaki Kapal Dagang di Jalur Vital

57 tahun lalu

Selat Hormuz Ditutup Imbas Perang, RI Alihkan Impor Minyak ke AS

57 tahun lalu

Selat Hormuz Ditutup imbas AS-Israel Serang Iran, Mentan Amran: Indonesia Aman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal