Diplomasi Selat Malaka: Memaksa Para Pihak Berkonflik Buka Selat Hormuz

iNews
Selat Hormuz (Foto: AP)

Harga minyak yang tinggi meningkatkan beban impor sekaligus menekan APBN melalui subsidi energi. Dampaknya langsung terasa pada inflasi, biaya logistik, dan daya beli masyarakat.

Malaysia berada dalam posisi yang sedikit lebih kuat karena memiliki sektor minyak dan gas yang menopang pendapatan negara. Namun keunggulan ini tidak sepenuhnya melindungi dari kenaikan harga. Biaya produksi tetap meningkat dan tekanan inflasi tetap muncul.

ASEAN secara keseluruhan menghadapi dilema yang sama. Ketergantungan tinggi terhadap impor energi membuat kawasan ini rentan terhadap guncangan eksternal. 

Kenaikan harga minyak bukan hanya persoalan energi, tetapi juga stabilitas ekonomi dan sosial. Dalam konteks ini, setiap gangguan di jalur utama seperti Hormuz akan menjalar hingga ke Selat Malaka sebagai jalur distribusi lanjutan.

Selat Malaka dapat dianalogikan sebagai jalan tol utama di tengah situasi darurat. Ketika terjadi kemacetan besar di satu titik, menutup jalan lain untuk menarik tarif justru memperparah krisis. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Selat Hormuz Penuh Ranjau, Harga Minyak Bakal Naik sampai Akhir Tahun

57 tahun lalu

Selat Hormuz Memanas! Garda Revolusi Iran Tembaki Kapal Dagang di Jalur Vital

57 tahun lalu

Selat Hormuz Ditutup Imbas Perang, RI Alihkan Impor Minyak ke AS

57 tahun lalu

Selat Hormuz Ditutup imbas AS-Israel Serang Iran, Mentan Amran: Indonesia Aman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal