"Karena memang di sini pendidikannya juga kurang memadai, kesehatannya pun sama, jadi kalau kita sakit pun harus dirujuk minimal ke Batam, nah Batam itu kan harus menempuh waktu dan biaya juga," ungkap Tedy.
Satu-satunya obat pelepas rindu Tedy dengan keluarga hanya lewat video call. Untungnya, sinyal beberapa provider di Ranai cukup bagus. Tedy masih bisa berkomunikasi dengan keluarga meski hanya lewat telepon genggam.
"Kecuali kalau ada yang urgent sekali, keluarga sakit, kita enggak bisa setiap saat pulang, karena kan pesawat aja sehari sekali dan itu pun kadang full, kita harus cari hari berikutnya. Apalagi kalau kita ditugaskan di PLBN," beber dia.
Tedy juga tak sungkan menceritakan penghasilannya sebagai PNS Ditjen Imigrasi Kemenkumham di daerah perbatasan. Tunjangan petugas Imigrasi berbeda dengan TNI dan Polri di daerah perbatasan.
Sebagai PNS Ditjen Imigrasi di daerah perbatasan, Tedy mengaku hanya mendapat remunisasi. Berbeda dengan anggota TNI-Polri yang mendapat tunjangan lainnya ketika bertugas di Natuna.