BI Ungkap Pemicu Rupiah Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Siap Jaga Stabilitas

Anggie Ariesta
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso. (Foto: Anggie Ariesta)

Dia menilai, lewat intervensi terukur ini, tingkat kejatuhan rupiah masih terpantau lebih baik dan terukur jika dikomparasikan dengan negara-negara berkembang lainnya.

"Dengan transaksi di pasar spot, di pasar NDF (Non-Deliverable Forward), di pasar DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) dan juga melakukan komunikasi yang intens dengan pelaku pasar. Oleh sebab itu kita bisa melihat bagaimana Rupiah perkembangannya relatively termasuk baik dibandingkan negara emerging market yang lain," tuturnya.

Melalui eksekusi beruntun dari berbagai stimulus moneter tersebut, BI memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah akan berangsur-angsur pulih dan bergerak stabil ke depan.

Namun, Denny menggarisbawahi bahwa stabilitas kurs tidak bisa ditopang oleh bank sentral sendiri, melainkan butuh dukungan dari seluruh pemangku kebijakan terkait.

"Dan tentunya kita berharap ke depan rupiah bisa stabil, akan mulai perlahan menguat terhadap USD. Oleh sebab itu tentunya sinergi dari berbagai bagian pihak itu sangat diperlukan untuk sama-sama membawa rupiah kita menguat terhadap USD," kata Denny.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dasco Kumpulkan BI hingga DEN, Bahas Mitigasi Gejolak Ekonomi Global

57 tahun lalu

BI Rate Naik, KPR Rp1 Miliar Kini Tembus Rp8 Juta per Bulan!

57 tahun lalu

BI Rate Naik, Menteri PKP Jamin Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap 5 Persen

57 tahun lalu

BI Rate Naik jadi 5,75%, Airlangga Minta Himbara Tahan Bunga Kredit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal