BI Ungkap Pemicu Rupiah Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Siap Jaga Stabilitas

Anggie Ariesta
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso. (Foto: Anggie Ariesta)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) merespons terkait dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menembus level psikologis baru yaitu Rp18.000 per dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, gejolak yang dialami mata uang garuda erat kaitannya dengan arah kebijakan moneter Bank Sentral AS, The Fed

Sebagai catatan, dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada pertengahan Juni lalu, The Fed memutuskan menahan suku bunga di level 3,5 persen hingga 3,75 persen. 

Namun, kepanikan pasar dipicu oleh munculnya sinyal kuat dari sejumlah pejabat The Fed yang mengindikasikan bahwa suku bunga acuan masih berpotensi naik ke depan.

Kondisi ini memicu penguatan indeks dolar AS (DXY) secara drastis hingga mematahkan rekor tertinggi dalam satu tahun terakhir. Jika pada Januari 2026 indeks DXY masih nangkring di level 95, maka pada akhir Juni posisinya melonjak ke level 101.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dasco Kumpulkan BI hingga DEN, Bahas Mitigasi Gejolak Ekonomi Global

57 tahun lalu

BI Rate Naik, KPR Rp1 Miliar Kini Tembus Rp8 Juta per Bulan!

57 tahun lalu

BI Rate Naik, Menteri PKP Jamin Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap 5 Persen

57 tahun lalu

BI Rate Naik jadi 5,75%, Airlangga Minta Himbara Tahan Bunga Kredit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal