JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap fluktuasi harga minyak goreng yang masih cukup tinggi. Hingga minggu ketiga April, kenaikan harga minyak goreng tercatat terjadi di 207 kabupaten/kota, meningkat dari 177 kabupaten/kota pada minggu sebelumnya.
Merespons hal tersebut, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa mengatakan, pemerintah terus mendorong optimalisasi skema Domestic Market Obligation (DMO) untuk minyak goreng rakyat, Minyakita.
Ketut mengusulkan agar BUMN pangan mendapatkan alokasi DMO hingga 60 persen guna memperkuat pengawasan dan memperlancar distribusi ke pasar rakyat. Saat ini, realisasi DMO melalui BUMN baru mencapai sekitar 50,07 persen atau 228.200 ton.
"Kalau nanti usulan kita bahwa Bulog maupun ID FOOD memperoleh 60 persen DMO, itu akan lebih mudah kita melakukan pemantauan. Jadi agar jejaringnya tidak kepanjangan. Biasanya yang menyebabkan harga terlalu tinggi, dari produsen kemudian D1, D2. Harusnya kan langsung ke pengecer," ujar Ketut dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Dia menyebut, tren harga Minyakita mulai menunjukkan penurunan, meskipun masih terdapat tantangan dalam distribusi.