JAKARTA, iNews.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso berencana menambah pasokan Minyakita ke Perum Bulog dan BUMN pangan lainnya dalam waktu dekat. Rencana tersebut merespons keterbatasan stok minyak goreng rakyat di pasaran yang mengakibatkan inflasi harga.
Budi menekankan, ketentuan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 35 persen melalui BUMN merupakan batas minimal yang harus dipenuhi pelaku usaha. Peningkatan realisasi penyaluran di atas ketentuan tersebut dapat dilakukan, sepanjang didukung kesiapan pasokan.
"Kementerian Perdagangan siap memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha atau produsen dengan BUMN Pangan untuk membahas penguatan distribusi. Langkah ini diharapkan dapat mendukung kelancaran penyaluran Minyakita sehingga stabilitas harga minyak goreng di tingkat konsumen tetap terjaga," ucap Budi dalam keterangan tertulis kepada iNews.id, Selasa (14/4/2026).
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan tidak menafikan adanya kelangkaan stok Minyakita di pasar tradisional yang memantik kenaikan harga.
Kemendag memastikan penyaluran minyak ke pedagang pasar rakyat dioptimalkan melalui jalur distribusi BUMN, yaitu Perum Bulog dan BUMN Pangan seperti ID Food dan Agrinas.