“Algoritma media sosial cenderung menyebarkan narasi negatif, dibanding narasi-narasi positif yang kita berusaha untuk menjelaskan ke masyarakat dengan bahasa bayi,” ujarnya.
Sementara itu, Ichsanuddin Noorsy menyebut kondisi ekonomi Indonesia memang perlu diwaspadai. Dia menyebut sejumlah indikator menunjukkan tekanan eksternal yang cukup tinggi.
“Indonesia sedang menuju pintu krisis, pintu resesi. SBN rate 4,75, inflasinya 2,5 plus minus satu poin. Rupiah melemah, menandakan tekanan eksternal tinggi,” ujarnya.
Dia juga menyoroti perbedaan pernyataan dari pejabat pemerintah terkait kebijakan BBM yang dinilai dapat mempengaruhi kepercayaan publik.
“Kalau ingin meningkatkan public trust, pertanyaannya apakah pernyataan pemerintah konsisten atau tidak,” kata Ichsanuddin.
Menanggapi hal itu, Ahmad menyebut perubahan pernyataan merupakan bagian dari proses pengambilan kebijakan yang melalui berbagai pertimbangan.
“Dalam prosesnya ada pembahasan dan penyesuaian. Setelah diputuskan, pemerintah memilih tidak menaikkan BBM,” ujarnya.