Ahmad Alimuddin Sebut Panic Buying BBM Dipicu Narasi Ketakutan, Singgung Influencer Bodong

Yuwantoro Winduajie
Founder Mari Kita Bahas, Ahmad Alimuddin. (Foto: iNews)

“Algoritma media sosial cenderung menyebarkan narasi negatif, dibanding narasi-narasi positif yang kita berusaha untuk menjelaskan ke masyarakat dengan bahasa bayi,” ujarnya.

Sementara itu, Ichsanuddin Noorsy menyebut kondisi ekonomi Indonesia memang perlu diwaspadai. Dia menyebut sejumlah indikator menunjukkan tekanan eksternal yang cukup tinggi.

“Indonesia sedang menuju pintu krisis, pintu resesi. SBN rate 4,75, inflasinya 2,5 plus minus satu poin. Rupiah melemah, menandakan tekanan eksternal tinggi,” ujarnya.

Dia juga menyoroti perbedaan pernyataan dari pejabat pemerintah terkait kebijakan BBM yang dinilai dapat mempengaruhi kepercayaan publik.

“Kalau ingin meningkatkan public trust, pertanyaannya apakah pernyataan pemerintah konsisten atau tidak,” kata Ichsanuddin.

Menanggapi hal itu, Ahmad menyebut perubahan pernyataan merupakan bagian dari proses pengambilan kebijakan yang melalui berbagai pertimbangan.

“Dalam prosesnya ada pembahasan dan penyesuaian. Setelah diputuskan, pemerintah memilih tidak menaikkan BBM,” ujarnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Ichsanuddin Noorsy Blak-blakan Ekonomi RI Mulai Bergejolak, Ungkap Tanda-Tandanya

Nasional
3 hari lalu

Eks Menkeu Fuad Bawazier Yakin RI Belum Krisis Minyak: Tak Perlu Antre BBM

Nasional
3 hari lalu

Boni Hargens: RI Sudah Diversifikasi Impor Minyak, Selat Hormuz Ditutup Tak Masalah

Nasional
3 hari lalu

Harga Batu Bara Naik 35 Persen, Said Didu Sebut Indonesia Bisa Raup Untung di Tengah Konflik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal