Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh Pelatih Sepatu Roda Diduga Cabuli Murid 16 Tahun, Polisi Turun Tangan
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Dugaan Pelecehan Anak 16 Tahun oleh Pelatih Sepatu Roda, Berawal dari Kecurigaan Keluarga

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:05:00 WIB
Kronologi Dugaan Pelecehan Anak 16 Tahun oleh Pelatih Sepatu Roda, Berawal dari Kecurigaan Keluarga
Ilustrasi pelecehan anak oleh pelatih sepatu roda di Tangsel. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya mengungkap kronologi dugaan kekerasan seksual terhadap remaja perempuan berusia 16 tahun oleh pelatihsepatu roda atau inline skate di wilayah Tangerang Selatan. Kasus tersebut terungkap setelah keluarga korban menemukan komunikasi mencurigakan antara korban dan pelatihnya.

Menurut Dirres PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rita Wulandari perkara tersebut bermula dari relasi antara pelatih dan anak didiknya dalam sebuah klub olahraga. Penyidik menduga tersangka memanfaatkan relasi kepercayaan sebagai pelatih terhadap korban yang masih di bawah umur.

“Dari hasil penyidikan sementara, tersangka diduga memanfaatkan relasi kepercayaan sebagai pelatih terhadap korban. Peristiwa ini terjadi dalam rentang waktu tertentu di wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan,” ujar dia kepada wartawan, kamis (21/5/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan kasus tersebut terungkap setelah keluarga korban mengetahui adanya komunikasi antara korban dan tersangka. Setelah mendapat pendampingan, korban kemudian menjalani pemeriksaan secara bertahap hingga menyampaikan peristiwa yang dialaminya.

“Penyidik telah memeriksa korban, keluarga, saksi terkait, ahli psikologi, ahli digital forensik, serta tenaga medis untuk memperkuat pembuktian perkara,” ungkap Rita.

Sementara itu, Kasubdit 3 Ditres PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kompol Donny Kristian Bara’langi menyebut telah mengamankan sejumlah barang bukti elektronik dan dokumen pendukung.

“Pendampingan terhadap korban terus dilakukan. Kami ingin memastikan korban mendapatkan ruang aman selama proses hukum berjalan,” tutur Donny.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut