Di era kecemasan dan kebimbangan itulah kehadiran cendekiawan, tokoh agama, dan rohaniawan tetap sangat diperlukan. Robot tidak bisa membantu menunjukkan mana yang benar dan mana yang salah. AI bisa menjelaskan, tetapi tidak bisa menentukan kebenaran secara moral.
Menyitir pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir sebelumnya, ia menyebut Guru Besar sebagai capaian perjuangan akademik tertinggi insan muslim dan kader Muhammadiyah, sebagai sosok Ulul Albab, akademisi yang bukan hanya berpikir di permukaan tetapi mampu menyingkap di bawah permukaan.
Mu’ti menyampaikan, dalam Al-Qur’an ditemukan empat istilah yang berkaitan dengan orang-orang cerdas dan berilmu, yaitu Ulul Albab, Ulul Abshor, Ulul ‘Ilmi, dan Ulul Nuha.
Meski ada perbedaan di antara keempatnya, semuanya menunjukkan orang yang berilmu tinggi dan berwawasan luas. Kedalaman dan kearifan berdasarkan ilmu tetap menjadi penentu dalam banyak hal.
Allah SWT berfirman, katakan Muhammad tidak sama yang buruk dengan yang baik, tidak sama kejahatan dengan kebaikan, walau yang buruk itu sangat banyak dan mengagumkan. Pesan ayat itu agar orang-orang cerdas tidak perlu takut, tetap konsisten walaupun kebenaran tidak banyak pendukungnya.