Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Malaysia Diserang Wabah TBC, 503 Kasus Baru dalam Sepekan!
Advertisement . Scroll to see content

Gawat! Malaysia Diserbu Wabah TBC, Warga Pakai Masker Lagi

Selasa, 17 Februari 2026 - 02:19:00 WIB
Gawat! Malaysia Diserbu Wabah TBC, Warga Pakai Masker Lagi
Ilustrasi warga Malaysia pakai masker karena ada wabah TBC. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

KUALA LUMPUR, iNews.id – Situasi kesehatan di Malaysia tengah menjadi sorotan. Dalam sepekan terakhir, tercatat 503 kasus baru tuberkulosis (TBC) membuat jumlah kumulatif kasus secara nasional menembus 2.571 kasus. Kondisi ini memicu kewaspadaan tinggi dari otoritas kesehatan setempat.

Lonjakan kasus tersebut tersebar di seluruh wilayah Malaysia. Sabah tercatat sebagai daerah dengan kasus terbanyak, disusul Selangor dan Sarawak. Penyebaran yang merata ini membuat pemerintah menilai langkah pengendalian harus diperketat kembali.

Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau masyarakat untuk kembali menggunakan masker, terutama di tempat ramai dan ruang tertutup. Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko penularan bakteri TBC yang menyebar melalui percikan droplet saat batuk atau bersin.

Selain penggunaan masker, masyarakat juga diminta mempraktikkan etika batuk dan bersin yang benar, seperti menutup mulut dengan tisu atau lengan bagian dalam.

"Langkah-langkah pencegahan meliputi mempraktikkan etika batuk dan bersin yang benar, serta mengenakan masker wajah di tempat ramai," bunyi pernyataan resmi otoritas kesehatan Malaysia, dikutip The Star, Senin (16/2/2026).

Pemerintah turut mengingatkan warga agar segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, hilang nafsu makan, hingga penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

Deteksi dan pengobatan dini menjadi kunci utama memutus rantai penularan. Pasien yang terdiagnosis TBC umumnya harus menjalani pengobatan rutin dalam jangka waktu tertentu agar sembuh dan tidak menularkan ke orang lain.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut