Buku setebal 487 halaman dan diterbitkan pada 2006 ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Habibie dan Demokratisasi di Indonesia”. Buku ini terasa “berat” karena menganalisis peran Habibie dalam pusaran kebangkitan demokrasi di Indonesia setelah era Orde Baru.
7. Democracy Take-off? The BJ Habibie Period.
Bagi para akademisi atau pakar politik, membicarakan BJ Habibie tak akan jauh dari perkembangan demokrasi di Indonesia. Wajar, sebab mantan wapres RI itu adalah figur sentral Indonesia pascakeruntuhan rezim Soeharto. Saat Orde Baru tumbang, Indonesia disebut dalam fase menuju demokrasi.
Itu pula yang menjadi bahasan menarik dalam tulisan Dewi Fortuna Anwar dan Bridget Welsh. Buku yang diterbitkan PT Sinar Harapan Persada pada 2013 itu setebal 581 halaman, merekam naik turun politik Indonesia di era BJ Habibie.