7 Buku tentang BJ Habibie, Nomor 5 Kisahkan Detik-Detik Paling Menentukan

Ilma De Sabrini
Aditya Pratama
Kisah hidup dan pemikiran Presiden ke-3 RI BJ Habibie banyak ditulis dalam buku. (Foto: istimewa).

4. Setengah Abad Prof Dr Ing BJ Habibie: Kesan & Kenangan.
Buku karya Andi Makmur Makka ini diterbitkan oleh
Cipta Kreatif bekerja sama dengan Biro Hukum dan Humas BPPT pada 1986. Buku setebal 658 halaman ini bersampul biru dengan gambar Habibie. Makka juga menulis sejumlah buku lain tentang Habibie, misalnya The True Life of Habibie, Habibie: Kecil tapi Otak Semua hingga Mr Crack dari Parepare.

5. Detik-Detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi.
Salah satu buku monumental yang ditulis BJ Habibie. Inilah buku yang mengisahkan catatan harian Habibie jelang hingga menjabat menjadi Presiden RI, menggantikan Soeharto yang mundur pada 21 Mei 1998. Tekanan, ketidakpercayaan publik, hingga berbagai rumor politik menghiasi perjalanan 512 hari kepemimpinannya.

Buku setebal 549 halaman yang diterbitkan THC Mandiri ini hanya terdiri atas empat bab. Bab 1 mengisahkan detik-detik menjelang pengunduran diri Pak Harto. Di bab ini Habibie antara lain mengisahkan bagaimana dia ditelpon Sekretaris Negara pada 20 Mei 1998 malam dan memberitahukan bahwa Pak Harto akan mundur esok hari. Habibie pun kaget.


Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul “Decesive Moments: Indonesia’s Long Road to Democracy”. Di pasaran, buku ini juga laris manis. Dalam peluncurannya, ribuan orang antre untuk mendapatkan buku serta tanda tangan langsung Habibie.

6. Habibie and the Democratisation of Indonesia.
Sudut pandang tentang BJ Habibie tidak hanya datang dari dalam negeri. Bilveer Singh, pengajar di Departemen Ilmu Politik Universitas Nasional Singapura (NUS) sekaligus peneliti di S Rajaratnam School of International Studies melahirkan buku Habibie and the Democratisation of Indonesia.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ajak Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Cerminkan Semangat Demokrasi

57 tahun lalu

Qodari soal Diskusi di UGM Kisruh: Demokrasi Bisa Terjadi Kalau Ada Dialog

57 tahun lalu

Wamentan Sudaryono Bantah Kabur saat Diskusi di UGM, Tegaskan Siap Dialog dengan Siapa pun

57 tahun lalu

Megawati Ajak Masyarakat Tak Takut Bersuara: Ini Adalah Demokrasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal