Dia menambahkan, petugas juga disiagakan untuk membantu jemaah yang tersesat, kelelahan, terpisah dari rombongan, maupun membutuhkan penanganan segera selama fase Mina berlangsung.
Kemenhaj juga mengimbau jemaah menjaga kesehatan mengingat kondisi cuaca di Mina masih cukup panas pada siang hari. Jemaah diminta memperbanyak minum air putih, menggunakan payung dan pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak.
“Jangan biarkan jemaah rentan bergerak sendiri menuju Jamarat,” ucap Maria saat meminta perhatian lebih bagi jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.
Kemenhaj memastikan layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga perlindungan jemaah terus diperkuat sampai seluruh rangkaian Armuzna selesai.