Clara berusaha beradaptasi dan tetap belajar semaksimal mungkin. Dia pun mulai mendapatkan teman yang bernama Indah. Baginya, Indah sangat membantu supaya bisa cepat beradaptasi.
“Di sini penyampaian materi pelajarannya jauh lebih lambat ya Indah,” Clara mengajak bicara saat jam istirahat sambil minum es kelapa di plastik.
“Oh, iya, mungkin karena waktu itu, buku paket yang dikasih pemerintah telat dateng. Ajarin aku dong Clara materi yang belum disampein bu guru tapi di sekolah kamu yang dulu udah pernah diajarin,” pinta Indah.
“Wahh boleh banget,” respons Clara.
“Sepulang sekolah kali ya, di saung belakang rumahku. Kan enak tuh belajar sambil liat pemandangan,” ajak Indah sambil menawarkan fasilitas rumahnya.
Clara langsung mengangguk setuju tawaran Indah. Indah adalah anak kepala desa yang cukup beruntung di desa tersebut.