Mendengar pernyataan tersebut membuatku senang bukan kepalang. Aku semakin termotivasi untuk bisa sebanding dengannya. Kuputuskan untuk giat latihan. Tak pernah satu hari pun aku absen untuk datang latihan.
Aku dan Violet juga semakin dekat. Ia pada dasarnya adalah anak yang baik dan tidak pelit membagikan ilmunya. Beruntungnya aku menjadi penggemarnya dan aku tidak menyesal dulu memberanikan diri untuk berkenalan.
Kini, aku tidak hanya penggemar, tapi juga sahabat dari Violet. Kita juga saling support ketika mengikuti perlombaan kejuaraan.
Murid baru itu bernama Clara. Dia pindahan dari kota Jakarta yang kini terpaksa harus tinggal di pedalaman Bogor karena mengikuti dinas ayahnya. Sejak pertama kedatangannya, ia sangat syok dengan kondisi sekolah dan kegiatan belajar mengajar.
Karena terbiasa tinggal di kota, Clara merasa bahwa semuanya akan sama saja seperti di sekolah yang dulu. Ternyata, ketika di masuk di kelas 8B, ekspektasinya menurun. Kalo dulu, ruangan belajar sangat nyaman dan kondusif dengan menggunakan AC. Tapi, ketika di sekolah baru ia tercengang karena fasilitasnya jauh dari bagus.