Waspada Efek Jangka Panjang Covid!

Ahmad Islamy Jamil
Perawat di sebuah rumah sakit sedang menangani perawatan pasien Covid-19 (ilustrasi). (Foto: AFP)

Studi tersebut menemukan bahwa lebih dari separuh pasien memiliki kelainan pencitraan zat sisa pada dada mereka enam bulan setelah mendpat penyakit Covid-19. Gangguan lebih besar dirasakan oleh mereka yang sakitnya lebih parah.

Sekitar satu dari empat pasien tidak dapat berjalan dalam jarak yang sama dalam enam menit dibandingkan dengan sebelum mereka tertular Covid-19. Temuan tersebut berdasarkan laporan dari pasien sendiri.

Studi itu juga mengungkapkan, beberapa pasien memiliki masalah yang terus-menerus dengan fungsi ginjal mereka. Dalam enam bulan sejak terinfeksi virus corona baru atau Covid-19, sejumlah pasien menderita diabetes, atau; mengalami pembekuan darah yang memengaruhi jantung atau otak mereka.

Beberapa masalah yang berlanjut itu sekaligus mencerminkan bahwa gejala yang sama juga dialami para pasien yang selamat dari SARS pada 2003. Seperti diketahui, SARS adalah sindrom pernapasan akut parah yang juga disebabkan oleh virus corona.

Para peneliti di Kanada menemukan bahwa sepertiga dari pengidap SARS mengeluhkan kesehatan mental yang lebih buruk setahun setelah infeksi. Sebanyak 40 persen pasien SARS di negara itu juga mengalami kelelahan kronis selama rata-rata 41,3 bulan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Surplus Produksi, Ceker Ayam RI Siap Diekspor ke China

57 tahun lalu

China Lirik Proyek Penyimpanan Listrik PLTS 100 GW Milik RI 

57 tahun lalu

China Bangun 43.000 Pabrik Pintar, AI Jadi Syarat Wajib Industri Manufaktur

57 tahun lalu

Kabar Duka, Aktor Dracin Jin Ze Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal