Studi tersebut menemukan bahwa lebih dari separuh pasien memiliki kelainan pencitraan zat sisa pada dada mereka enam bulan setelah mendpat penyakit Covid-19. Gangguan lebih besar dirasakan oleh mereka yang sakitnya lebih parah.
Sekitar satu dari empat pasien tidak dapat berjalan dalam jarak yang sama dalam enam menit dibandingkan dengan sebelum mereka tertular Covid-19. Temuan tersebut berdasarkan laporan dari pasien sendiri.
Studi itu juga mengungkapkan, beberapa pasien memiliki masalah yang terus-menerus dengan fungsi ginjal mereka. Dalam enam bulan sejak terinfeksi virus corona baru atau Covid-19, sejumlah pasien menderita diabetes, atau; mengalami pembekuan darah yang memengaruhi jantung atau otak mereka.
Beberapa masalah yang berlanjut itu sekaligus mencerminkan bahwa gejala yang sama juga dialami para pasien yang selamat dari SARS pada 2003. Seperti diketahui, SARS adalah sindrom pernapasan akut parah yang juga disebabkan oleh virus corona.
Para peneliti di Kanada menemukan bahwa sepertiga dari pengidap SARS mengeluhkan kesehatan mental yang lebih buruk setahun setelah infeksi. Sebanyak 40 persen pasien SARS di negara itu juga mengalami kelelahan kronis selama rata-rata 41,3 bulan.