Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkeu Purbaya bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa?
Advertisement . Scroll to see content

China Bangun 43.000 Pabrik Pintar, AI Jadi Syarat Wajib Industri Manufaktur

Senin, 08 Juni 2026 - 15:17:00 WIB
China Bangun 43.000 Pabrik Pintar, AI Jadi Syarat Wajib Industri Manufaktur
China terus mempercepat transformasi industri manufaktur dengan membangun lebih dari 43.000 pabrik pintar di seluruh negeri. (Foto: Ilustrasi/Wuling)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - China terus mempercepat transformasi industri manufakturnya dengan membangun lebih dari 43.000 pabrik pintar di seluruh negeri. Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian pabrik-pabrik unggulan di negara tersebut.

Menurut laporan media pemerintah CCTV, China telah membentuk sistem pabrik pintar empat tingkat yang diterapkan di berbagai sektor manufaktur. Sistem tersebut terdiri atas 35.000 pabrik tingkat dasar, lebih dari 8.200 pabrik tingkat lanjutan, lebih dari 500 pabrik tingkat unggulan, serta 15 perusahaan yang masuk dalam Program Pengembangan Pabrik Pintar Unggulan.

Program ini dirancang untuk membantu perusahaan manufaktur bertransformasi dari tahap digitalisasi dan konektivitas menuju otomatisasi serta manufaktur cerdas lebih maju. Termasuk dalam memproduki kendaraan.

Data Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) menunjukkan penerapan teknologi tersebut berhasil menurunkan tingkat cacat produk rata-rata hingga 47 persen. Selain itu, siklus pengembangan produk juga lebih singkat hingga 38 persen dibandingkan metode konvensional.

Kini, kemampuan penerapan AI telah dimasukkan ke dalam kriteria penilaian bagi pabrik unggulan. Standar tersebut diperkirakan akan terus ditingkatkan seiring perkembangan teknologi industri.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut