Ribuan Perempuan Myanmar Dijual dan Dipaksa Menikah di China

Nathania Riris Michico
Para perempuan Kachin, salah satu negara bagian di Myanmar yang perempuannya dijual dan dipaksa menikah di China. (Foto: Reuters)

BEIJING, iNews.id - Ribuan perempuan dan anak perempuan di Myanmar utara saat ini diperdagangkan ke China dan dipaksa menikah. Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian, sebagai sebuah masalah perbatasan.

China memiliki sekitar 33 juta lebih banyak perempuan daripada laki-laki karena kebijakan satu anak selama 10 tahun.

Untuk mengisi celah itu, puluhan ribu perempuan miskin dari Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam dijual sebagai pengantin setiap tahun, sebagian pergi dengan sukarela, sementara yang lain tertipu atau diperdagangkan.

Dalam penelitian pertama dari jenisnya, sebuah laporan oleh Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health memperkirakan, ada 7.500 perempuan dari Kachin yang dilanda perang dan dari Negara Bagian Shan menjadi korban pernikahan paksa di Tiongkok.

Berdasarkan wawancara dengan sejumlah orang yang melarikan diri dan kembali ke Myanmar, penelitian ini menemukan bahwa mayoritas dari mereka yang diperdagangkan juga dipaksa untuk membawa seorang anak untuk suaminya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
9 jam lalu

China Tutup Langit 40 Hari hingga Mei 2026, Alasannya Mengejutkan!

Internasional
3 hari lalu

China Tiba-Tiba Tutup Wilayah Udara Lepas Pantai 40 Hari, Latihan Serang Taiwan?

Mobil
4 hari lalu

Tak Punya Peluang Kejar Mobil China, Honda Kembali ke Strategi Lama

Nasional
8 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal