Ribuan Perempuan Myanmar Dijual dan Dipaksa Menikah di China

Nathania Riris Michico
Para perempuan Kachin, salah satu negara bagian di Myanmar yang perempuannya dijual dan dipaksa menikah di China. (Foto: Reuters)

"Perempuan meninggalkan Myanmar karena konflik, pemindahan, dan kemiskinan," kata penulis laporan, W Courtland Robinson, seperti dikutip AFP, Jumat (7/12/2018).

"Ketidakseimbangan gender laki-laki dan perempuan di China, terutama di daerah pedesaan berarti permintaan untuk seorang istri tinggi," ujarnya.

"Seorang perempuan mengatakan, dia diperdagangkan ke China tiga kali, dan setiap kalinya dipaksa untuk melahirkan," kata Moon Nay Li dari Asosiasi Perrempuan Kachin Thailand, yang memimpin penelitian lapangan di Negara Bagian Kachin dan Shan.

"Karena ketidakstabilan politik, konflik dan perampasan tanah, keamanan bagi perempuan merupakan tantangan besar," katanya.

Pernikahan sering diatur dan ditengahi oleh keluarga perempuan sendiri dan tetua desa, dengan pengantin yang tidak dapat menolak karena mereka berada di bawah hirarki sosial.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menkeu Purbaya bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa?

57 tahun lalu

China akan Bangun Pusat Padi di Papua, Tingkatkan Produksi Beras

57 tahun lalu

Surplus Produksi, Ceker Ayam RI Siap Diekspor ke China

57 tahun lalu

China Lirik Proyek Penyimpanan Listrik PLTS 100 GW Milik RI 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal