Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Jumat, 06 Februari 2026 - 08:02:00 WIB
Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret
Berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir AS-Rusia, New START, memicu kekhawatiran dunia akan potensi perlombaan senjata baru (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir Amerika Serikat (AS) dan Rusia, New START, memicu kekhawatiran dunia akan potensi perlombaan senjata baru. Di tengah situasi tersebut, China dengan tegas menolak untuk dilibatkan dalam perjanjian nuklir baru yang diusulkan Presiden AS Donald Trump.

Perjanjian New START resmi berakhir pada Rabu (4/2/2026), menandai berakhirnya satu-satunya kesepakatan utama yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir dua kekuatan terbesar dunia. Presiden Trump pun menyerukan perlunya perjanjian nuklir baru yang lebih modern dan tahan lama, namun dengan satu syarat, melibatkan China.

Trump menilai China mengalami kemajuan pesat dalam pengembangan senjata nuklir sehingga perlu dimasukkan dalam kerangka pengendalian global. Namun usulan tersebut langsung ditolak Beijing.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China menegaskan, kemampuan nuklir negaranya berada pada skala yang sama sekali berbeda dengan AS dan Rusia. 

Juru Bicara Kemlu China Lin Jian mengatakan, negaranya tidak akan berpartisipasi dalam negosiasi perlucutan senjata nuklir saat ini.

“Kemampuan nuklir China berada pada skala yang sangat berbeda dengan Amerika Serikat dan Rusia,” kata Lin Jian, seraya menegaskan posisi Beijing yang enggan dibawa-bawa dalam urusan New START.

Sementara itu Rusia justru menginginkan perjanjian New START, yang disepakati sejak 2010, diperpanjang. Moskow sebelumnya menolak inspeksi persenjataan nuklir sesuai ketentuan perjanjian tersebut akibat memburuknya hubungan dengan pemerintahan Joe Biden.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut