Reaksi Warga Palestina Terkait Rencana Australia Pindahkan Kedubes

Nathania Riris Michico
Warga Silwan, Sahar Abbasi, mengatakan Australia harus melihat warga Arab di Yerusalem Timur yang terus menghadapi diskriminasi. (Foto: ABC News: Eric Tlozek)

YERUSALEM, iNews.id - Banyak warga Palestina yang kecewa dan marah atas pernyataan Australia yang ingin memindahkan kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sementara Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengatakan langkah itu akan memajukan proses perdamaian Israel-Palestina, wakil Palestina mengatakan tindakan Australia malah akan menghancurkan proses tersebut.

Pejabat senior Palestina Nabil Shaath mengatakan, Morrison tampaknya menggunakan pertimbangan politik jangka pendek dalam negeri guna melakukan kebijakan luar negeri.

"Secara politik ini akan menghancurkan harapan akan adanya perdamaian. Ini sama sekali tidak membantu, namun hanya meningkatkan kemungkinan pemerintah menang di Wentworth di Australia," kata Shaath.

"Bila kita melakukan model politik ini di Timur Tengah untuk memenangkan pemilihan paruh waktu di Australia, maka maafkan saya bisa memiliki pandangan yang negatif terhadap kebijakan Pemerintah Australia."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS

57 tahun lalu

Kecam Netanyahu, Mantan Kepala Staf IDF: Dia Bikin Israel Kehilangan Arah!

57 tahun lalu

Keji! Israel Bunuh Kiper Tim Sepak Bola Palestina

57 tahun lalu

Parlemen Israel Setujui RUU Larang Kumandang Azan di Masjid-Masjid

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal