Reaksi Warga Palestina Terkait Rencana Australia Pindahkan Kedubes

Nathania Riris Michico
Warga Silwan, Sahar Abbasi, mengatakan Australia harus melihat warga Arab di Yerusalem Timur yang terus menghadapi diskriminasi. (Foto: ABC News: Eric Tlozek)

Perseteruan yang terus berlanjut sampai saat ini adalah terkait status kawasan Yerusalem Timur, bagian dari Kota Yerusalem yang dikuasai oleh militer Israel pada 1967 dan sejak saat itu dianggap oleh PBB sebagai wilayah kekuasaan militer.

Jawad Syiam menjalankan Pusat Informasi Wadi Hilweh di Silwan. (ABC News: Eric Tlozek)

PBB mengecam pembangunan permukiman di kota tersebut dan atas segala usaha mengubah komposisi demografis seperti memindahkan lebih banyak warga Yahudi ke wilayah yang selama ini ditempati oleh warga keturunan Arab.

Di Silwan, permukiman Arab tidak jauh dari kota lama Yerusalem, pernyataan Australia itu disambut dengan rasa terkejut dan kecewa.

Hal itu diungkapan Jawad Syiam, petugas yang menjalankan Pusat Informasi Wadi Hilweh di Silwan, yang memantau gerakan pemukim Yahudi ke kawasan permukiman Arab.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Keji! Israel Bunuh Kiper Tim Sepak Bola Palestina

57 tahun lalu

Parlemen Israel Setujui RUU Larang Kumandang Azan di Masjid-Masjid

57 tahun lalu

Israel Ungkap 2 Skenario Perang AS-Iran Pecah Lagi

57 tahun lalu

Mantan Kepala Staf IDF Ini Siap "Gulingkan" Netanyahu sebagai PM Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal