Reaksi Warga Palestina Terkait Rencana Australia Pindahkan Kedubes

Nathania Riris Michico
Warga Silwan, Sahar Abbasi, mengatakan Australia harus melihat warga Arab di Yerusalem Timur yang terus menghadapi diskriminasi. (Foto: ABC News: Eric Tlozek)

Media Israel justru melaporkan pernyataan Pemerintah Australia bahwa Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan.

Mantan diplomat Israel Lior Weintraub, yang kini menjadi wakil presiden organisasi advokasi The Israel Project, mengatakan ini adalah masalah sensitif di Israel.

"Mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, saya kira adalah hal yang alami, dan menempatkan kedutaan. Bila kita ingin menghindari kontroversi - di tempat di mana menurut perjanjian damai adalah bagian dari Israel, adalah pendekatan yang benar," kata Weintraub.

"Mengakui wilayah Barat dan Timur dan mulai berbicara mengenai perbatasan, ini masalah yang sensitif khususnya ketika proses perdamaian sedang mengalami jalan buntu dan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung."

Israel meloloskan UU pada 1980 yang menyatakan seluruh Kota Yerusalem adalah ibu kota negara itu yang 'menyeluruh dan bersatu."

Hal tersebut dikecam oleh Dewan Keamanan PBB yang mengatakan hukum tersebut melanggar resolusi PBB sebelumnya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS

57 tahun lalu

Kecam Netanyahu, Mantan Kepala Staf IDF: Dia Bikin Israel Kehilangan Arah!

57 tahun lalu

Keji! Israel Bunuh Kiper Tim Sepak Bola Palestina

57 tahun lalu

Parlemen Israel Setujui RUU Larang Kumandang Azan di Masjid-Masjid

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal