Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab Didakwa atas Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut

Anton Suhartono
Hassan Diab (Foto: Reuters)

Empat bulan setelah ledakan, para korban masih menunggu hasil penyelidikan sebagaimana dijanjikan para pejabat.

Hakim yang memimpin pemeriksaan kasus ini, Fadi Sawan, bulan lalu mengirim surat kepada parlemen untuk memeriksa 10 mantan menteri. Pemeriksaan masih terus berjalan.

Ledakan besar di Beirut terjadi pada Selasa 4 Agustus sore menyebabkan sekitar 2000 orang tewas dan lebih dari 5.000 lainnya luka. 

Ledakan non-nuklir terbesar itu memicu kemarahan masyarakat yang menuding pemerintah abai dan korup sehingga barang berbahaya bisa berada di pelabuhan dalam waktu lama. Polisi dan interpol menginterogasi kapten dan pemilik kapal Rhohus guna menggali informasi penting yang bisa mendukung investigasi ledakan.

Hasil penyelidikan mengungkap, ledakan 2.700 ton amonium nitrat meninggalkan lubang kawah sedalam 43 meter di lokasi.  Seorang analis dan ahli senjata perusahaan intelijen swasta yang berbasis di Texas, Amerika Serikat, Stratfor, mengatakan, berdasarkan analisis dari lubang serta kaca jendela yang tertiup, kekuatan ledakan itu setara dengan setidaknya 2,2 kiloton TNT.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Batalyon Keji Israel Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab Bernasib Buruk, 4 Komandan Tewas dan Luka

57 tahun lalu

Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab

57 tahun lalu

Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal