JAKARTA, iNews.id - Keluarnya Rusia dari kesekapatan senjata nuklir jarak menengah Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) yang diteken bersama Amerika Serikat (AS) membuka kembali kemungkinan perlombaan senjata, terutama di kawasan Eropa dan Asia-Pasifik.
INF merupakan kesepakatan nuklir bersejarah antara yang melarang pengembangan dan pengerahan rudal jarak menengah berbasis darat.
Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan telah menyatakan negaranya akan mengembangkan dan mempertimbangkan pengerahan rudal ke berbagai wilayah, termasuk Asia.
Tanpa INF, tidak ada lagi mekanisme pengendalian atau batasan bagi pengembangan dan penyebaran rudal jarak menengah, yang justru paling berisiko karena waktu tempuhnya yang singkat dan kemampuannya membawa hulu ledak nuklir.
Jika INF batal sepenuhnya, dunia menghadapi kenyataan baru, runtuhnya salah satu pilar utama arsitektur keamanan global.