MOSKOW, iNews.id - Pemerintah Rusia menegaskan tidak merasa terikat lagi oleh perjanjian pengendalian senjata nuklir menengah Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) yang disepakati bersama Amerika Serikat (AS) sejak 1987.
Keputusan ini diumumkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia, Senin (4/8/2025), dengan dalih bahwa kondisi keamanan global telah berubah drastis dan tak lagi memungkinkan Rusia bertahan pada komitmen lama.
“Tidak ada lagi syarat yang cukup untuk mempertahankan moratorium sepihak atas pengerahan senjata sejenis,” tulis pernyataan Kemlu Rusia yang dikutip dari RT.
AS sebenarnya keluar lebih dulu dari kesepakatan ini secara sepihak, yakni pada 2019 di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Namun Rusia bertahan pada kesepakatan dengan alasan demi keamanan global.
Langkah AS Dinilai Provokatif
Menurut Rusia, keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tindakan agresif negara-negara Barat, terutama AS. Salah satu alasan utama adalah pengerahan sistem peluncur rudal Typhon oleh militer AS ke Filipina dan penggunaannya dalam latihan militer Talisman Sabre di Australia.