Lho? Armenia Sebut Rusia Belum Kirimkan Pesanan Senjata, padahal Sudah Dibayar

Ahmad Islamy Jamil
Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan. (Foto: Reuters)

Hubungan antara Rusia dan Armenia telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, negara ini dikenal sebagai sekutu yang terikat oleh perjanjian keamanan.

Pashinyan menuduh Moskow gagal mendukung negaranya dalam konflik dengan Azerbaijan terkait wilayah Nagorno-Karabakh. Azerbaijan memang sudah lama menjadi musuh bebuyutan Armenia. Akar konflik di Nagorno-Karabakh bahkan sudah muncul sejak kedua negara masih menjadi bagian dari Uni Soviet.

Pada September lalu, pasukan Azerbaijan berhasil merebut kembali Karabakh—yang secara internasional memang dipandang sebagai bagian dari Azerbaijan. Operasi militer Baku kala itu menyebabkan lebih dari 100.000 etnik Armenia meninggalkan wilayah tersebut. Sementara sebagian besar pasukan penjaga perdamaian Rusia hanya diam saja.

Pashinyan membuat marah Moskow dalam beberapa bulan terakhir dengan karena meragukan aliansi Armenia dengan Rusia. Pada waktu bersamaan, dia berupaya memperdalam hubungan dengan negara-negara Barat.

Tak hanya itu, Armenia juga membeli senjata dari pemasok baru termasuk Prancis dan India.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

57 tahun lalu

Ngamuk! Rusia Bombardir Kiev Ukraina, Hancurkan Gedung Apartemen 24 Lantai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal