Lho? Armenia Sebut Rusia Belum Kirimkan Pesanan Senjata, padahal Sudah Dibayar

Ahmad Islamy Jamil
Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan. (Foto: Reuters)

Pada September lalu, pasukan Azerbaijan berhasil merebut kembali Karabakh—yang secara internasional memang dipandang sebagai bagian dari Azerbaijan. Operasi militer Baku kala itu menyebabkan lebih dari 100.000 etnik Armenia meninggalkan wilayah tersebut. Sementara sebagian besar pasukan penjaga perdamaian Rusia hanya diam saja.

Pashinyan membuat marah Moskow dalam beberapa bulan terakhir dengan karena meragukan aliansi Armenia dengan Rusia. Pada waktu bersamaan, dia berupaya memperdalam hubungan dengan negara-negara Barat.

Tak hanya itu, Armenia juga membeli senjata dari pemasok baru termasuk Prancis dan India.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia

Internasional
5 hari lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
5 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
5 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal