Biografi Mahatma Gandhi, Tokoh Sederhana dan Cinta Perdamaian dari India

Andrea Fairuz
Mahatma Gandhi merupakan tokoh perdamaian dari India (Foto: AFP)

Tahun 1906, pemerintah Transvaal merilis peraturan mengenai pendaftaran penduduk India. Masyarakat India di sana hendak melakukan protes massal di Johannesburg yang dipimpin Gandhi yang berjanji untuk menentang peraturan tersebut. Dari sini, lahirlah Satyagraha, pengabdian pada kebenaran, sebuah konsep baru untuk memperbaiki kesalahan dengan mengundang tanpa kekerasan maupun melawan.

Di bawah kepemimpinan Gandhi, kelompok minoritas India terus melakukan perlawanan dan perjuangan. Ratusan warga India memilih untuk mengorbankan profesi dan kebebasan mereka dibanding tunduk pada hukum yang bertentangan dengan nurani dan harga diri mereka. Gerakan ini berakhir pada 1913 yang membuat ratusan orang India, termasuk perempuan, dipenjarakan.

Pulang ke India 

Gandhi meninggalkan Afrika Selatan tahun 1914, tepat sebelum pecahnya Perang Dunia I. Ia dan keluarganya menetap di London selama beberapa bulan dan meninggalkan Inggris di bulan Desember dan sampai di Bombay awal Januari 1915. Tiga tahun berikutnya, ia menolak bergabung dengan agitasi politik dan mengkritik pejabat Inggris mengenai tindakan mereka yang sewenang-wenang.

Tahun 1920, Gandhi mendominasi panggung politik yang memiliki pengaruh lebih daripada pemimpin politik manapun di India. Ia mengubah Kongres Nasional India menjadi instrumen politik nasionalisme India. Program yang identik dengannya, yakni gerakan non-kooperatif tanpa kekerasan dalam melawan pemerintah Inggris dengan memboikot beberapa lembaga dan institusi yang dioperasikan Inggris, seperti badan legislatif, pengadilan, kantor, dan sekolah. 

Pada Februari 1922, gerakan ini berada di puncak yang menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kekerasan di Chauri Chaura, maka dengan itu Gandhi menghentikan pemberontakan sipil massal tersebut. Sebulan setelahnya, Gandhi ditangkap dan diadili setelah yang mendakwanya terhasut, lalu ia dijatuhi hukuman enam tahun penjara. Ia dibebaskan tahun 1924 setelah menjalani operasi usus buntu dan selama ia ditahan, situasi politik berubah dan tak terkendali. Di akhir tahun yang sama, ia diangkat menjadi Presiden Partai Kongres selama satu tahun.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Korupsi MBG, Sony Sonjaya bakal Ungkap Nama Tokoh yang Terlibat

57 tahun lalu

Seru! Festival ASEAN-India Bazaar 2026 Jadi Tempat Berburu Kuliner sekaligus Belajar Budaya

57 tahun lalu

BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan di India hingga Hong Kong pada 2026

57 tahun lalu

Piala Dunia 2026 Tak Tayang di 1 Negara Besar, FIFA Panik Kehilangan 1 Miliar Penonton

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal