Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Korupsi MBG, Sony Sonjaya bakal Ungkap Nama Tokoh yang Terlibat
Advertisement . Scroll to see content

Biografi Mahatma Gandhi, Tokoh Sederhana dan Cinta Perdamaian dari India

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 20:56:00 WIB
Biografi Mahatma Gandhi, Tokoh Sederhana dan Cinta Perdamaian dari India
Mahatma Gandhi merupakan tokoh perdamaian dari India (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

Selama di Pretoria, ia memahami kondisi rekan-rekannya yang berasal dari Asia Selatan, dan mencoba untuk mengajari mereka mengenai hak dan kewajiban mereka. Suatu hari, ia mendengar bahwa Majelis Legislatif Natal sedang mempertimbangkan rancangan undang-undang tentang mencabut hak pilih bagi orang India. Dengan ketidakminatan terhadap dunia politik terutama politik koloni, Gandhi ingin menentang undang-undang tersebut dan bertekad untuk melakukan perlawanan atas nama bangsa India.

Juli 1894, di usia 25 tahun, dengan cepat, ia mulai mahir menjadi seorang juru kampanye politik. Gandhi menyusun petisi yang ditujukan kepada Badan Legislatif Natal serta pemerintah Inggris dan meminta petisi itu untuk ditandatangani oeh ratusan rekan se-negaranya. Meskipun ia gagal mencegah pengesahan rancangan undang-undang itu, tapi ia berhasil menyita perhatian publik dan pers di Natal, India, bahkan di Inggris mengenai keluhan masyarakat India di Natal.

Kemudian, ia diminta untuk menetap di Durban untuk melakukan praktek hukum dan mengatur komunitas India di sana. Berdirilah Kongres India Natal, di mana posisi Gandhi saat itu menjadi sekretaris. Melalui kongres ini, ia menemukan dan menumbuhkan semangat solidaritas. Ia menerpa pemerintah, badan legislatif, dan media massa dengan pernyataan berlandaskan keluhan masyarakat India. Keberhasilannya sebagai pembicara publik dimuat dalam surat kabar penting, seperti The Times of London.

Dua tahun setelahnya, Gandhi pulang ke India untuk menjemput istrinya, Kasturbai bersama dua anak tertua mereka sebagai pendukung India di luar negeri. Ia bertemu dengan banyak pemimpin terkemuka dan membujuk mereka untuk menyampaikan pidato. Sayangnya, tindakan beserta ucapan yang ia sampaikan di Natal itu menyulut emosi penduduk Eropa. Januari 1897 saat ia mendarat di Durban, ia diserang massa kulit putih dan hampir digantung. Joseph Chamberlain, seorang sekretaris kolonial Inggris menyarankan pemerintah Natal untuk mengadili mereka, tapi Gandhi menolak dan menyatakan bahwa sudah menjadi prinsipnya untuk tidak mengadili sebagai bentuk ganti rugi atas kesalahan pribadi.

Saat berlangsungnya Perang Afrika Selatan tahun 1899, Gandhi mendirikan posko kesehatan yang mempunyai 1.100 sukarelawan dengan 300 orang di antaranya adalah orang India dan sisanya buruh kontrak. Sukarelawan yang ada di posko itu memiliki profesi beragam, mulai dari seorang pengacara dan akuntan serta pengrajin dan buruh. Tugasnya saat itu ialah menanamkan ke dalam diri mereka semangat dalam melayani orang-orang yang mereka anggap sebagai penindas. Tindakannya itu dimuat dalam Pretoria News di zona pertempuran.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut