Gandhi bersekolah menggunakan debu dan jari mereka untuk belajar menulis alfabet. Prestasinya biasa saja, Gandhi mahir berbahasa Inggris, aritmatika, tapi lemah dalam geografi. Kemudian di umurnya yang masih belia, yakni 13 tahun, Gandhi menikah dengan Kasturbai Makhanji yang setahun lebih tua darinya.
Tahun 1887, Gandhi berhasil menyelesaikan ujian matrikulasi di Universitas Bombay (sekarang Universitas Mumbai) dan bergabung dengan Samaldas College di Bhavnagar. Di tempatnya itu, Gandhi harus mengubah bahasa sehari-harinya yang semula merupakan Bahasa Gujarati menjadi Bahasa Inggris untuk mengikuti perkuliahan.
Sementara itu, keluarga Gandhi sedang membicarakan masa depannya. Ia sendiri ingin sekali menjadi dokter, namun keluarganya ingin ia tetap mempertahankan tradisi keluarga yang memegang jabatan tinggi di salah satu bagian negara Gujarat sebagai pengacara. Maka dengan itu, Gandhi pergi ke Inggris setelah keluar karena tidak nyaman berkuliah di Samaldas College meskipun ibunya cukup khawatir mengenai kehidupannya di negeri yang jauh.
September 1888, Gandhi berlayar ke Inggris dan sampai di Inggris setelah melewati 10 hari perjalanan. Sesampainya ia di sana, Gandhi bergabung dengan Inner Temple, salah satu dari empat perguruan tinggi hukum London selama tiga tahun lamanya untuk mengasah kecerdasan akademisnya. Akan tetapi, fokusnya yang asli tertuju pada moralitas dan sosial.
Beradaptasi dari suasana pedesaan Rajkot ke gaya hidup kosmopolitan ala London tidak mudah baginya. Ia merasa canggung dalam menyesuaikan dirinya mulai dari makanan, adat, pakai, dan etiket orang Barat. Sebagai vegetarian, Gandhi bertemu dengan para vegetarian yang lain dengan kepribadian yang berbeda-beda. Hal tersebut memengaruhi pembentukan karakternya selama merantau ke negeri orang.