Biografi Mahatma Gandhi, Tokoh Sederhana dan Cinta Perdamaian dari India

Andrea Fairuz
Mahatma Gandhi merupakan tokoh perdamaian dari India (Foto: AFP)

Tahun 1928, Gandhi menuntut pemerintah Inggris melalui kampanye non-kekerasan nasional untuk memperoleh kemerdekaan sepenuhnya. Lalu, ia merilis Salt March, salah satu gerakan Satyagraha yang menentang pajak garam dari Inggris dan merugikan masyarakat miskin. Gerakan tersebut sukses tanpa kekerasan. Setahun kemudian, Gandhi menerima gencatan senjata dan membatalkan pemberontakan sipil serta menyetujui untuk menghadiri Konferensi Meja Bundar sebagai perwakilan Kongres Nasional India.

Gandhi pulang ke India pada Desember 1931 dan mendapat kabar partainya dihadapi serangan habis-habisan dari kerabat Lord Irwin, seorang raja muda Inggris. Gandhi dipenjara dan pemerintah berusaha mengisolasinya dan meruntuhkan pengaruhnya. Tahun 1934, ia mengundurkan diri sebagai pemimpin juga anggota Partai Kongres dan beralih untuk membangun negaranya dengan program konstruktif, mulai dari meratakan pendidikan ke daerah pedesaan dan terpelosok, dan hal lainnya yang mencakup kebutuhan masyarakat. 

Fase Terakhir Gandhi 

Pecahnya Perang Dunia II saat itu membuat Gandhi membenci fasisme dan apapun yang diperjuangkannya juga membenci perang. Tahun 1942, seorang menteri kabinet Inggris, Sir Stafford Cripps mendatangi India dengan tawaran di mana kekuasaan akan dialihkan ke tangan India, tapi Gandhi meragukan tawaran tersebut. Kemudian, terjadi perselihan antara Muslim dan Hindu yang mendorongnya untuk menuntut perginya Inggris.

Di tengah-tengah perang, seluruh pimpinan Kongres dipenjara dan terancam dihancurkan. Bersamaan dengan itu, Gandhi beserta istrinya dan beberapa pemimpin partai penting lainnya ditahan di Istana Aga Khan di Poona (sekarang Pune). Di tempat itulah Kasturba meninggal, tahun 1944, dan tak lama Gandhi dengan yang lainnya dibebaskan.

Tahun 1947, terjadi pembentukan dua wilayah kekuasaan baru India dan Pakistan yang dibentuk dari negosiasi antara para pemimpin Kongres, Liga Muslim, dan pemerintah Inggris. Hal tersebut membuat Gandhi kecewa karena keputusan itu dibuat tanpa campur tangan persatuan India. Pasca diskusi tersebut, Gandhi dipenjarakan bersama kawanannya setelah gerakan separatisme Muslim merancang konstitusinya. Kemudian, terjadi kerusuhan komunal antara umat Hindu dan Muslim yang cukup mengkhawatirkan.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Korupsi MBG, Sony Sonjaya bakal Ungkap Nama Tokoh yang Terlibat

57 tahun lalu

Seru! Festival ASEAN-India Bazaar 2026 Jadi Tempat Berburu Kuliner sekaligus Belajar Budaya

57 tahun lalu

BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan di India hingga Hong Kong pada 2026

57 tahun lalu

Piala Dunia 2026 Tak Tayang di 1 Negara Besar, FIFA Panik Kehilangan 1 Miliar Penonton

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal