Banjir Rendam Pabrik Garmen, 28 Pekerja Tewas 

Anton Suhartono
Banjir meendam pabrik garmen di Maroko menewaskan 28 pekerja (Foto: Tanja7 via AP))

“Tidak ada yang dikhawatirkan, kami bekerja seperti biasa. Kemudian karena hujan, seperti yang Anda lihat, air mulai masuk sedikit, bahkan sepatu saya tidak basah. Tapi tiba-tiba...," katanya tanpa menyelesaikan penjelasan, dikutip dari Associated Press, Selasa (9/2/2021).

Banyak pabrik garmen di Maroko, terutama di Kasablanka dan Tangier, menggunakan berbagai cara untuk mempercepat produksi untuk memenuhi permintaan internasional yang terus meningkat.

Pabrik besar biasanya mensubkontrakkan pesanan ke fasilitas ilegal dengan biaya lebih rendah demi bersaing dengan produk China dan Turki.

Pabrik tersembunyi semacam itu sebagian besar terletak di permukiman dan mempekerjakan hingga 40 orang, terkadang anak di bawah umur.

Jam kerja panjang serta upah rendah merupakan ciri dari pabrik ilegal tersebut. Fasilitas mereka biasanya tidak aman, tanpa alat pemadam kebakaran, dan tanpa pintu keluar darurat.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bos Kresna Life Michael Steven Ditangkap di Maroko, Buronan Penggelapan Dana Nasabah

57 tahun lalu

Korban PHK Bisa Dapat Uang Tunai 60 Persen Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

57 tahun lalu

Detik-Detik Ledakan di Galian Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Sempat Terpental

57 tahun lalu

Proyek Galian di Fatmawati Jaksel Meledak, 2 Pekerja Alami Luka Bakar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal