Bangladesh Bangun Pagar Kawat Berduri dan Pasang CCTV di Sekitar Kamp Rohingya

Nathania Riris Michico
Seorang anak laki-laki pengungsi Rohingya (depan) membawa seekor ayam ketika berjalan kembali ke rumahnya di kamp pengungsi. (FOTO: MUNIR UZ ZAMAN / AFP)

Mengenai kecenderungan pindah secara ilegal ke negara lain menggunakan perbatasan laut Bangladesh, Lwin mengatakan bahwa tidak seperti Myanmar, Bangladesh memiliki aturan hukum, di mana penjahat harus dibawa ke pengadilan.

"LSM dan para pemimpin Rohingya di kamp-kamp harus mendidik para pengungsi tidak menaiki kapal yang berisiko ke Malaysia. Dan, seluruh komunitas seharusnya tidak dihukum atas kejahatan yang dilakukan oleh beberapa orang saja,” kata dia.

Sebelumnya, The Human Rights Watch menyatakan rencana kawat berduri dan menara penjaga di sekitar kamp-kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazar melanggar hak kebebasan bergerak pengungsi.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok yang paling teraniaya di dunia, menghadapi ketakutan yang terus meningkat sejak puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada 2012.

Menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA), sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 24.000 Muslim Rohingya dibunuh oleh tentara Myanmar.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Destinasi
8 hari lalu

Viral Film Lisa BLACKPINK Terciduk Ubah Tangerang Jadi Myanmar, Netizen Murka!

Nasional
9 hari lalu

Kemlu Kembali Pulangkan 91 WNI Korban Online Scam dari Myanmar, Total 291 Orang

Internasional
29 hari lalu

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Tahap Kedua di Tengah Perang Saudara

Internasional
1 bulan lalu

Partai Pro-Militer Unggul dalam Pemilu Myanmar Tahap Pertama, Partisipasi Pemilih Rendah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal