Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Tahap Kedua di Tengah Perang Saudara
YANGON, iNews.id - Junta militerMyanmar menggelar pemilihan umum (pemilu) tahap kedua di tengah kondisi perang saudara yang masih berkecamuk. Junta juga berusaha menutupi rendahnya partisipasi pemilih pada pemilu putaran pertama kontes yang dicemooh sebagai tipuan.
Myanmar telah dilanda konflik sejak militer melakukan kudeta terhadap pemerintah sipil pada tahun 2021 dan menahan pemimpinnya sekaligus pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, yang memicu perang saudara yang melanda sebagian besar wilayah negara berpenduduk 51 juta jiwa ini.
Melansir Strait Times, Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Aung San Suu Kyi telah dibubarkan bersama puluhan partai anti-junta lainnya karena gagal mendaftar untuk pemilihan terbaru, sementara kelompok pemberontak menolak untuk berpartisipasi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sejumlah negara Barat, dan kelompok hak asasi manusia (HAM) mengatakan bahwa pemilihan ini adalah taktik untuk melegitimasi kekuasaan junta melalui perwakilan sipil, dan bahwa kontes tersebut tidak bebas, adil, atau kredibel tanpa adanya oposisi yang berarti.
Sementara, junta militer bersikeras bahwa pemilu ini mendapat dukungan publik dan dilakukan tanpa paksaan. Mereka berusaha memberikan citra positif pemilu setelah pada tahap pertama yang digelar 28 Desember 2025, dengan tingkat partisipasi 52 persen.