Bangladesh Bangun Pagar Kawat Berduri dan Pasang CCTV di Sekitar Kamp Rohingya
"Kami memahami bahwa Bangladesh memiliki kepedulian terhadap keamanan nasionalnya, tetapi kami bukan ekstremis yang harus terus diawasi. Kami adalah korban genosida dan berlindung untuk menyelamatkan hidup kami," kata Myo Thant, seorang pengungsi di kamp Cox's Bazar, kepada Anadolu Agency.
Aung San Suu Kyi: Pengadilan Kasus Genosida Berisiko Picu Kembali Krisis Rohingya
Dia menyebut, menempatkan pagar kawat dapat menyebabkan gangguan psikologis dan mental, dan itu lebih mirip dengan kamp konsentrasi daripada menjaga keamanan kamp.
Nay San Lwin, salah satu pendiri Koalisi Rohingya Merdeka, mengatakan kepada Anadolu bahwa memagari kamp akan merusak rasa kemanusiaan yang ditunjukkan Bangladesh dan mengubah wilayah itu menjadi kamp konsentrasi dengan kabel berduri, menara pengawas, dan CCTV.
Murka, Muslim Rohingya Menolak Disebut 'Orang Bengali'
"Penghuni kamp ini berada di penjara terbuka Myanmar selama beberapa dekade. Sekarang mereka lagi-lagi menghadapi penolakan yang sama terhadap kebebasan mutlak di Bangladesh, tempat perlindungan mereka," ungkap dia.
San Lwin juga meminta pemerintah membatalkan rencana tersebut.
22 Muslim Rohingya Ditangkap Setelah Melarikan Diri dari Kamp Myanmar