Bangladesh Bangun Pagar Kawat Berduri dan Pasang CCTV di Sekitar Kamp Rohingya

Nathania Riris Michico
Seorang anak laki-laki pengungsi Rohingya (depan) membawa seekor ayam ketika berjalan kembali ke rumahnya di kamp pengungsi. (FOTO: MUNIR UZ ZAMAN / AFP)

"Kami memahami bahwa Bangladesh memiliki kepedulian terhadap keamanan nasionalnya, tetapi kami bukan ekstremis yang harus terus diawasi. Kami adalah korban genosida dan berlindung untuk menyelamatkan hidup kami," kata Myo Thant, seorang pengungsi di kamp Cox's Bazar, kepada Anadolu Agency.

Dia menyebut, menempatkan pagar kawat dapat menyebabkan gangguan psikologis dan mental, dan itu lebih mirip dengan kamp konsentrasi daripada menjaga keamanan kamp.

Nay San Lwin, salah satu pendiri Koalisi Rohingya Merdeka, mengatakan kepada Anadolu bahwa memagari kamp akan merusak rasa kemanusiaan yang ditunjukkan Bangladesh dan mengubah wilayah itu menjadi kamp konsentrasi dengan kabel berduri, menara pengawas, dan CCTV.

"Penghuni kamp ini berada di penjara terbuka Myanmar selama beberapa dekade. Sekarang mereka lagi-lagi menghadapi penolakan yang sama terhadap kebebasan mutlak di Bangladesh, tempat perlindungan mereka," ungkap dia.

San Lwin juga meminta pemerintah membatalkan rencana tersebut.

Pada 11 Februari, setidaknya 15 jasad pengungsi Rohingya ditemukan, 65 diselamatkan dan lebih dari 40 masih hilang setelah kapal pukat tenggelam di Teluk Benggala, dekat pulau St. Martin, ketika mencoba menyebrang ke Malaysia secara ilegal.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Destinasi
9 hari lalu

Viral Film Lisa BLACKPINK Terciduk Ubah Tangerang Jadi Myanmar, Netizen Murka!

Nasional
10 hari lalu

Kemlu Kembali Pulangkan 91 WNI Korban Online Scam dari Myanmar, Total 291 Orang

Internasional
29 hari lalu

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Tahap Kedua di Tengah Perang Saudara

Internasional
1 bulan lalu

Partai Pro-Militer Unggul dalam Pemilu Myanmar Tahap Pertama, Partisipasi Pemilih Rendah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal