Operasi pencarian dimulai pada 3 April, salah satu dari dua pilot segera ditemukan.
Dua hari kemudian, Presiden Donald Trump mengumumkan penemuan kembali pilot kedua yakni pada 5 April malam.
Sebulan sebelumnya, tiga jet tempur F-15E AS secara keliru ditembak jatuh oleh satu jet tempur F/A-18 Kuwait.